Tampilkan postingan dengan label Info Pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Pengetahuan. Tampilkan semua postingan

07/12/14

Adab-adab atau Etika Makan dan Minum Cara Nabi

Sungguh sempurnanya Islam, hal-hal ringan saja ada contohnya bagi kebaikan (kemaslahatan) manusia. Inilah beberapa adab minum yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam antara lain:

1.    Meniatkan minum untuk dapat beribadah kepada Allah agar bernilai pahala.
Segala perkara yang mubah dapat bernilai pahala jika disertai dengan niat untuk beribadah. Wahai sobat, maka niatkanlah aktivitas minum kita dengan niat agar dapat beribadah kepada Allah. Dan janganlah lupa memberitahukan anak tentang hal ini.

2.    Memulai minum dengan membaca basmallah.
Diantara sunnah Nabi adalah mengucapkan basmallah sebelum minum. Hal ini berdasarkan hadits yang memerintahkan membaca ‘bismillah’ sebelum makan. Bacaan bismillah yang sesuai dengan sunnah adalah cukup dengan bismillah tanpa tambahan ar-Rahman dan ar-Rahim.

    Dari Amr bin Abi Salamah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wahai anakku, jika engkau hendak makan ucapkanlah bismillah, makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah makanan yang berada di dekatmu.” (HR Thabrani dalam Mu’jam Kabir)

    Dalam silsilah hadits shahihah, 1/611 Syaikh al-Albani mengatakan, “Sanad hadits ini shahih menurut persyaratan Imam Bukhari dan Imam Muslim). Jangan lupa untuk mengingatkan anak-anak kita untuk membaca ‘bismillah’ ketika hendak minum, agar setan tidak ikut serta menikmati makanan dan minuman yang sedang kita konsumsi.

3.    Minum dengan tangan kanan.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika salah seorang dari kalian hendak makan, hendaklah makan dengan tangan kanan. Dan apabila ingin minum, hendaklah minum dengan tangan kanan. Sesungguhnya setan makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya.” (HR. Muslim).

4.    Tidak bernafas dan meniup air minum. Termasuk adab ketika minum adalah tidak bernafas dan meniup air minum. Ada beberapa hadits mengenai hal ini: Dari Abu Qatadah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika kalian minum maka janganlah bernafas dalam wadah air minumnya.” (HR. Bukhari no. 5630 dan Muslim no. 263).

    Dari Ibnu Abbas, “Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang untuk bernafas atau meniup wadah air minum.” (HR. Turmudzi no. 1888 dan Abu Dawud no. 3728, hadits ini dishahihkan oleh Al-Albani). Dalam Syarah Shahih Muslim, Imam Nawawi mengatakan, “Larangan bernafas dalam wadah air minum adalah termasuk etika karena dikhawatirkan hal tersebut mengotori air minum atau menimbulkan bau yang tidak enak atau dikhawatirkan ada sesuatu dari mulut dan hidung yang jatuh ke dalamnya dan hal-hal semacam itu.

    Dalam Zaadul Maad IV/325 Imam Ibnul Qayyim mengatakan, “Terdapat larangan meniup minuman karena hal itu menimbulkan bau yang tidak enak yang berasal dari mulut. Bau tidak enak ini bisa menyebabkan orang tidak mau meminumnya lebih-lebih jika orang yang meniup tadi bau mulutnya sedang berubah. Ringkasnya hal ini disebabkan nafas orang yang meniup itu akan bercampur dengan minuman. Oleh karena itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dua hal sekaligus yaitu mengambil nafas dalam wadah air minum dan meniupinya.

5.    Bernafas tiga kali ketika minum.
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu beliau mengatakan, “Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam minum beliau mengambil nafas di luar wadah air minum sebanyak tiga kali.” Dan beliau bersabda, “Hal itu lebih segar, lebih enak dan lebih nikmat.”

    Anas mengatakan, “Oleh karena itu ketika aku minum, aku bernafas tiga kali.” (HR. Bukhari no. 45631 dan Muslim no. 2028). Yang dimaksud bernafas tiga kali dalam hadits di atas adalah bernafas di luar wadah air minum dengan menjauhkan wadah tersebut dari mulut terlebih dahulu, karena bernafas dalam wadah air minum adalah satu hal yang terlarang sebagaimana penjelasan di atas.

6.    Larangan minum langsung dari mulut teko/ceret.
Dari Abu Hurairah, beliau berkata, “Rasulullah melarang minum langsung dari mulut qirbah (wadah air yang terbuat dari kulit) atau wadah air minum yang lainnya.” (HR Bukhari no. 5627).

    Menurut sebagian ulama minum langsung dari mulut teko hukumnya adalah haram, namun mayoritas ulama mengatakan hukumnya makruh. Ketahuilah wahai para ibu muslimah, yang sesuai dengan adab islami adalah menuangkan air tersebut ke dalam gelas kemudian baru meminumnya.Dari Kabsyah al-Anshariyyah, beliau mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam masuk ke dalam rumahku lalu beliau minum dari mulut qirbah yang digantungkan sambil berdiri. Aku lantas menuju qirbah tersebut dan memutus mulut qirbah itu.” (HR. Turmudzi no. 1892, Ibnu Majah no. 3423 dan dishahihkan oleh Al-Albani)

    Hadits ini menunjukkan bolehnya minum dari mulut wadah air. Untuk mengkompromikan dengan hadits-hadits yang melarang, al-Hafidz Ibnu Hajar al-Atsqalani mengatakan, “Hadits yang menunjukkan bolehnya minum dari mulut wadah air itu berlaku dalam kondisi terpaksa.” Mengompromikan dua jenis hadits yang nampak bertentangan itu lebih baik daripada menyatakan bahwa salah satunya itu mansukh (tidak berlaku).”(Fathul Baari, X/94)

7.    Minum dengan posisi duduk.
Terdapat hadits yang melarang minum sambil berdiri. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,
    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kalian minum sambil berdiri. Barang siapa lupa sehingga minum sambil berdiri, maka hendaklah ia berusaha untuk memuntahkannya.” (HR. Ahmad no 8135)

    Namun disamping itu, terdapat pula hadits yang menunjukkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam minum sambil berdiri. Dari Ibnu Abbas beliau mengatakan, “Aku memberikan air zam-zam kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka beliau lantas minum dalam keadaan berdiri.” (HR. Bukhari no. 1637, dan Muslim no. 2027)

Dalam hadits yang pertama Rasulullah melarang minum sambil berdiri sedangkan hadits kedua adalah dalil bolehnya minum sambil berdiri. Kedua hadits tersebut adalah shahih. Lalu bagaimana mengkompromikannya?

    Mengenai hadits di atas, ada ulama yang berkesimpulan minum sambil berdiri diperbolehkan, meski yang lebih utama adalah minum sambil duduk. Diantara ulama tersebut adalah Imam Nawawi dan Syaikh Utsaimin. Meskipun minum sambil berdiri diperbolehkan, namun yang lebih utama adalah sambil duduk karena makan dan minum sambil duduk adalah kebiasaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Minum sambil berdiri tidaklah haram akan tetapi melakukan hal yang kurang utama.

8.    Menutup bejana air pada malam hari.
Biasakan diri kita untuk menutup bejana air pada malam hari dan jangan lupa mengajarkan anak kita tentang hal ini. Sebagaimana hadits dari Jabir bin Abdillah, ia berkata, aku mendengar Rasulullah bersabda,
    “Tutuplah bejana-bejana dan wadah air. Karena dalam satu tahun ada satu malam, ketika itu turun wabah, tidaklah ia melewati bejana-bejana yang tidak tertutup, ataupun wadah air yang tidak diikat melainkan akan turun padanya bibit penyakit.” (HR. Muslim)

9.    Puas dengan minuman yang ada dan tidak mencelanya.
    Ajarkan pula kepada anak, bahwa kita tidak boleh mencela makanan walaupun kita tidak menyukainya.
sumber:muslimah.or.id
Alhamdulillah sobat CompuHerb's, itulah beberapa adab ketika minum sesuai kebiasaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Semoga kita dapat terbiasa dan mengamalkan tatacara makan dan minum sesuai dengan tauladan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Aamiin.

06/12/14

Thibbun Nabawi | Pengobatan Cara Nabi

Pengertian Thibbun Nabawi

Seperti yang dikutip Wikipedia.org, ada beberapa definisi mengenai thibbun nabawi oleh ulama di antaranya:

1) Thibbun nabawi adalah segala sesuatu yang disebutkan oleh Al-Quran dan As-Sunnah yang Shahih yang berkaitan dengan kedokteran baik berupa pencegahan (penyakit) atau pengobatan.
2) Thibbun nabawi adalah kumpulan hadist shahih dari petunjuk Rasulullah Muhammad S.A.W dalam kedokteran yang beliau berobat dengannya atau untuk mengobati orang lain.
3) Thibbun nabawi adalah metode pengobatan Rasulullah S.A.W yang beliau ucapkan, beliau tetapkan (akui), beliau amalkan, merupakan pengobatan yang pasti (bukan sangkaan), bisa mengobati penyakit jasad, ruh dan indera.

Dasar hukum Thibbun nabawi

Setiap penyakit itu ada obatnya, seperti hadits Rasulullah S.A.W yang artinya:
“     “Tidaklah Allah menurunkan penyakit kecuali Dia turunkan untuk penyakit itu obatnya.” (HR. Bukhari no. 5678 dan Muslim, dari Abu Hurairah)     ”
“     “Sesungguhnya Allah tidaklah menurunkan penyakit kecuali Dia turunkan pula obatnya bersamanya. (Hanya saja) tidak mengetahui orang yang tidak mengetahuinya dan mengetahui orang yang mengetahuinya.” (HR. Ahmad 1/377, 413 dan 453)     ”
“     “Setiap penyakit ada obatnya. Maka bila obat itu mengenai penyakit akan sembuh dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (HR. Muslim no. 5705)     ”
“     "Barangsiapa berpura-pura jadi thabib (dokter) sedangkan ia tidak tahu mengenal pengobatan, maka dia harus bertanggung jawab (jika terjadi mala praktek)." (HR. Ibnu Majah no.3457 dan Abu Daud no.3971, dengan derajat hadits ...)     ”

Al-Qur`anul karim dan As-Sunnah yang shahih sarat dengan beragam penyembuhan dan obat yang bermanfaat dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sehingga mestinya kita tidak terlebih dahulu berpaling dan meninggalkannya untuk beralih kepada pengobatan kimiawi yang ada di masa sekarang ini.

Karena itulah Al-Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullahu berkata: “Sungguh para tabib telah sepakat bahwa ketika memungkinkan pengobatan dengan bahan makanan maka jangan beralih kepada obat-obatan (kimiawi). Ketika memungkinkan mengkonsumsi obat yang sederhana, maka jangan beralih memakai obat yang kompleks. Mereka mengatakan: ‘Setiap penyakit yang bisa ditolak dengan makanan-makanan tertentu dan pencegahan, janganlah mencoba menolaknya dengan obat-obatan’.”

Ibnul Qayyim juga berkata: “Berpalingnya manusia dari cara pengobatan nubuwwah seperti halnya berpalingnya mereka dari pengobatan dengan Al-Qur`an, yang merupakan obat bermanfaat.” (Ath-Thibbun Nabawi, hal. 6, 29) Dengan demikian, tidak sepantasnya seorang muslim menjadikan pengobatan nabawiyyah sekedar sebagai pengobatan alternatif. Justru sepantasnya dia menjadikannya sebagai cara pengobatan yang utama, karena kepastiannya datang dari Allah Subhanahu wa Ta’ala lewat lisan Rasul-Nya S.A.W. Sementara pengobatan dengan obat-obatan kimiawi kepastiannya tidak seperti kepastian yang didapatkan dengan thibbun nabawi. Pengobatan yang diajarkan Nabi S.A.W diyakini kesembuhannya karena bersumber dari wahyu. Sementara pengobatan dari selain Nabi kebanyakannya dugaan atau dengan pengalaman/ uji coba. (Fathul Bari, 10/210)

Berkaitan dengan kesembuhan suatu penyakit, seseorang tidak boleh bersandar semata dengan pengobatan tertentu. Dan tidak boleh meyakini bahwa obatlah yang menyembuhkan sakitnya, tapi kepada Dzat yang memberikan penyakit dan menurunkan obatnya sekaligus, yakni Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebagaimana perkataan Nabi Ibrahim tentang Tuhannya:“Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkanku.” (Asy-Syu’ara`: 80)

Sebenarnya juga, sudah banyak hadits tentang Thibbun Nabawi yg menyentuh masalah herbal dengan pengobatan. Tapi, Al-Albani memasukkan sejumlah hadits-nya ke dalam Silsilah Hadits Dha'if.

Macam-macam Thibbun nabawi

1. Ruqyah

Ruqyah adalah metode penyembuhan dengan cara membacakan sesuatu pada orang yang sakit akibat dari ‘ain (mata hasad), sengatan hewan, sihir, racun, rasa sakit, sedih, gila, kerasukan, gangguan jin, dan lainnya. Dari Aisyah radiallahu ‘anhaa berkata;
“     “Bahawasanya Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam apabila sakit baginda membaca sendiri Al-Muawwizat, kemudian meniup padanya. Dan apabila rasa sakitnya bertambah aku yang membacanya kemudian aku usapkan ke tangannya mengharap keberkahan dari surah-surah tersebut.” (HR. Al-Bukhari)

2. Bekam

Bekam adalah mengeluarkan darah kotor dari tubuh dengan cara menyedot pada sayatan ringan di kulit tubuh.
“     "Kesembuhan itu terdapat pada tiga hal, yakni minum madu, sayatan alat bekam, dan kay (sundutan) dengan api, sesungguhnya aku melarang umatku dari kay." (HR. Bukhari)     ”

3. Habbatus Sauda

Manfaat mengkonsumsi Habbatus Sauda’ (Jintan hitam/Syuwainiz) menurut hadits nabi:
Imam Bukhari meriwayatkan dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha. bahwa ia pernah mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya:
“     “Sungguh dalam habbatus sauda’ itu terdapat penyembuh segala penyakit, kecuali as-sam.” Saya bertanya, “Apakah as-sam itu?” Beliau menjawab, “Kematian”. (HR.Bukhari)     ”

4. Madu Murni

“     “Dari perut lebah itu keluar cairan dengan berbagai warna, di dalamnya terdapat kesembuhan bagi manusia.” (QS. An-Nahl: 69)     ”

5. Minyak Zaitun

“     “Konsumsilah minyak zaitun dan gunakan sebagai minyak rambut, karena minyak zaitun dibuat dari pohon yang penuh berkah.” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).     ”

6. Siwak (Miswak)

Bersiwak adalah menyikat gigi dengan Miswak, yakni sejenis ranting pohon yang lunak dan tidak melukai gigi dan memiliki kandungan getah yang tidak lengket dan berfungsi seperti pasta gigi.
“     “Jika tidak memberatkan umatku, (pasti) akan aku perintahkan mereka (mempergunakan) siwak pada setiap kali berwudhu.” HR. al-Bukhari     ”

7. Buah Kurma

Dikutip dari almanhaj.or.id, inilah beberapa manfaat dan khasiat buah kurma 'Ajwa.
Dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim, diriwayatkan hadits dari Shahabat Sa’ad bin Abi Waqqash, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau pernah bersabda.

“    “Barangsiapa mengkonsumsi tujuh butir kurma Ajwah pada pagi hari, maka pada hari itu ia tidak akan terkena racun maupun sihir” (HR Al-Bukhari (no. 5769) dan Muslim (no. 2047).     ”

Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullaah menukilkan perkataan Imam Al-Khathabi tentang keistimewaan kurma Ajwah : “Kurma Ajwah bermanfaat untuk mencegah racun dan sihir dikarenakan do’a keberkahan dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadap kurma Madinah bukan karena dzat kurma itu sendiri”.

Kurma Ajwah berasal dari surga dan dapat mengobati racun. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“    “Kurma Ajwah itu berasal dari Surga, ia adalah obat dari racun” (HR Ibnu Majah (no. 3453) Ahmad (III/48), juga At-Tirmidzi (no. 2066).     ”

Imam Ibnul Qayyim memberikan komentar terhadap hadits tersebut, “Yang dimaksud dengan kurma Ajwah disini adalah kurma Ajwah Al-Madinah, yakni salah satu jenis kurma di kota itu, dikenal sebagai kurma Hijaz yang terbaik dari seluruh jenisnya. Betuknya amat bagus, padat, agak keras dan kuat, namun termasuk kurma yang paling lezat, paling harum dan paling empuk”.

8. Thibbun nabawi lainnya

Disebutkan pula khasiat dari beberapa bahan lainnya (di antaranya seperti air Zam-zam dan Daun Bidara) yang dapat dikategorikan sebagai Thibbun Nabawi. Dapat pula kita pergunakan berpuasa untuk pengobatan secara Thibbun Nabawi. Menurut catatan Mohammad Sholikhin, puasa itu malah bisa menyembuhkan sakit maag. Sebab, puasa yang kita lakukan telah didasari niat sebelum fajar bahwa kita pada esok harinya akan berpuasa dan berbuka sewaktu maghrib. Niat itu direkam oleh otak dan akan memengaruhi jam biologis, yang seharusnya makan di waktu siang, tapi terus hingga maghrib kelak. Padahal, rasa lapar dipengaruhi oleh hipofisis yang bekerja. Ini akan memengaruhi pankreas dan adrenalin. Pankreas inilah yang mengeluarkan insulin guna mencerna makanan termasuk karbohidrat. Jadi dengan puasa itulah, lambungpun mengering selama 13 jam. Dengan demikian, luka-luka dan borok-borok pada lambung ikut kering. Setelah berbuka-pun, kita dianjurkan meminum air hangat campur madu segelas sebagai obat luka pada lambung. Sehingga, bisa disimpulkan puasa dapat mengeringkan luka dan menjadi kunci untuk "mempuasakan" orang menjelang operasi di bidang medis.

Kitab tentang pengobatan Islami

Ibnul Qayyim pada tahun 1300-an menulis karya yang penting dalam bidang thibbun nabawi, yang berjudul Ath-Thibbun Nabawi yang berisi 277 bab. Dia membahas beragam perawatan sesuai rekomendasi dari nabi, juga berkenaan dengan adabnya, malpraktik dan pentingnya kompetensi dari seorang dokter. Adab di dalam proses pengobatan terus memiliki kedudukan penting di dalam pengobatan Islami. Ulama lainnya, seperti As-Suyuthi juga memiliki dua buah kitab tentang thibbun Nabawi, juga Imam Adz-Dzahabi (w. 1348 M).

Alhamdulillah, semoga bermanfaat dan menambah keimanan kita kepada-Nya.
Aamiin...

21/11/14

Tips Menjaga Kesehatan Tubuh secara Alami


Banyak di antara kita yang mengabaikan nikmat sehat. Padahal, kesehatan adalah salah satu nikmat yang tak ternilai harganya. Sehat badan membuat kerja kita lancar dan dapat beraktivitas lebih produktif. Manakala sakit baru terasa kalau badan sehat itu nikmat.


Apa saja tips terbaiknya? Berikut ini cara sehat alami yang mudah dan menyenangkan.

1. Konsumsi air putih
Idealnya seseorang minum air putih adalah 8 gelas sehari. Air putih sangat baik untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh dan melarutkan zat-zat yang masuk ke dalam tubuh. Air putih juga bermanfaat untuk mengurangi beban kerja ginjal.

2. Rutin berolah raga
Olahraga tidak harus dilakukan di tempat fitnes. Kita bisa melakukan olahraga ringan seperti jalan kaki, senam, jogging, bersepeda, renang, dll. Berolahraga selama 15 menit, walau singkat sangat bermanfaat bagi tubuh dan menyehatkan jantung. Olah raga terlalu berat justru tidak baik bagi tubuh. Lakukan olahraga sesuai dengan kemampuan tubuh Anda.

3. Hindari rokok dan minuman berakohol

Berhentilah merokok sebelum semua terlambat, berhentilah merokok jika Anda sayang keluarga Anda. Jika tidak bisa langsung berhenti, maka kurangi jumlahnya. Setiap jumlah yang berkurang dalam merokok bisa membantu jantung tetap sehat. Selain itu, butuh kemauan sekuat baja untuk berhenti merokok apalagi bagi Anda yang sudah candu berat dengan rokok.

Rokok adalah gudangnya racun yang merusak organ tubuh. Nikotin, salah satu racun dalam rokok, dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan dalam tubuh. yakni mengurangi kadar oksigen dalam jantung, meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung, meningkatkan risiko penggumpalan darah, serta merusak dinding pembuluh darah jantung.

Karbon dioksida di dalam asap rokok juga akan mengambil alih sebagian porsi oksigen dalam darah. Akibatnya, tekanan darah naik karena jantung harus memompa lebih keras untuk mendapatkan suplai oksigen yang cukup. Rokok juga dapat menyebabkan kanker, stroke, pengeroposan tulang, kerusakan mata, kemandulan, cacat pada janin/bayi.

Minuman keras beralkohol dapat menimbulkan ancaman serius bagi kesehatan, seperti penyakit kronis termasuk kanker, kehilangan kesadaran, liver, radang usus, kerusakan otak, dll.

4. Hindari stress
Kondisi kejiwaan yang stress akan mempengaruhi kualitas kesehatan fisik tubuh Anda. Senyum dan tawa dapat menjadi obat mujarab untuk menghilangkan stress. Menghindari stress cukup mudah misalnya dengan refreshing/berlibur, menyalurkan hobi, berkumpul bersama keluarga dan sahabat, dll.

5. Cukup istirahat
Tidur adalah hal yang sangat penting bagi manusia. Kurang tidur atau sering begadang tidak baik bagi kesehatan. Namun, kebanyakan tidur juga tidak baik karena melemahkan tubuh dan meningkatkan resiko terserang penyakit. Untuk orang dewasa, tidur idealnya dalam sehari semalam adalah 6-8 jam. Oleh sebab itu, di sela-sela pekerjaan Anda tidur sejenak atau istirahat agar tubuh terutama otak Anda dapat segar kembali dan dapat berkonsentrasi menyelesaikan pekerjaan dengan baik.

6. Memilih makanan/minuman yang sehat
Sekarang ini banyak sekali makanan dan minuman instan siap saji yang mengandung bahan kimia berbahaya seperti pemanis, pewarna, pengawet, dan perasa. Hindari makanan dan minuman tersebut karena dapat menimbulkan penyakit serius dan gangguan kesehatan.

7. Konsumsi buah dan sayuran segar
Buah dan sayuran mengandung berbagai jenis vitamin dan mineral, juga serat yang diperlukan oleh tubuh. Buah-buahan dan sayuran juga mengandung zat tertentu yang dapat membantu tubuh Anda melindungi diri dari serangan penyakit.

8. Konsumsi herbal
Herbal sangat baik bagi tubuh manusia karena sama-sama bersifat organik. Walaupun dikonsumsi terus-menerus sesuai aturan, herbal alami tidak menimbulkan efek samping sehingga aman bagi tubuh. Konsumsi herbal setiap hari memiliki manfaat yang luar biasa untuk menjaga stamina dan mencegah berbagai penyakit.
Herbal kulit manggis+sirsak sangat baik untuk mencegah ancaman berbagai penyakit, baik penyakit ringan maupun berat (kronis).

Oke sobat, demikianlah tips sehat alami, mudah dan menyenangkan. Semoga bermanfaat dan kita selalu diberikan kesehatan. Amien.

19/11/14

Minum Obat Kimia dan Herbal secara Bersamaan Tidak Boleh Sembarangan

Cara Mengkonsumsi Obat Herbal yang Aman

Obat herbal sudah digunakan sejak ratusan tahun lalu dan menunjukkan khasiatnya. Obat herbal tidak perlu diragukan manfaatnya. Yang harus dijaga adalah agar obat herbal aman dikonsumsi.


Untuk mendapatkan obat herbal yang baik, seluruh proses produksi, mulai dari penanaman tanaman obat, perawatan, panen, pengeringan, ekstraksi, penyimpanan, pembuatan obat, hingga distribusinya, tidak bisa dilakukan asal-asalan. Bahan baku obat herbal harus bebas dari logam berat, jamur, ataupun pestisida. Proses produksi harus dilakukan secara modern.

Ada beberapa teknik mengolah tanaman obat secara tradsional, yakni dengan cara merebus, menyeduh, dan membuatnya sebagai serbuk. Herbal yang sudah direbus sebaiknya juga tidak dibiarkan terlalu lama karena seperti halnya makanan, tanaman herbal juga bisa jadi media pertumbuhan bakteri.

Seiring perkembangan teknologi, saat ini cukup banyak produk herbal yang diproduksi secara modern. Misalnya dibuat tablet, kapsul, atau bubuk. Namun, pada umumnya memiliki senyawa aktif yang relatif sama dengan herbal yang diolah tradisional sehingga khasiatnya tetap bisa dirasakan. Tanaman herbal yang telah diekstrak dalam bentuk serbuk/minyak dan dikemas dalam cangkang kapsul yang telah disterilkan memiliki masa expire (kadaluarsa) lebih lama. Sehingga lebih mudah disimpan, dibawa, dan lebih praktis mengkonsumsinya.

Apakah boleh meminum bersamaan obat herbal dan obat dokter?

Meminum obat tentunya mempunyai aturan, baik obat herbal ataupun obat kimia sintetis.
Penggunaan obat kimia modern dan obat herbal (jamu), secara bersamaan harus dilakukan secara hati-hati. Penggabungan secara sembarangan malah memperburuk kesehatan.

Bila diminum bersamaan terkadang obat herbal bersifat mengikat zat dari obat kimia. Akibatnya, efek obat kimia jadi tidak maksimal. Jika ingin menggabungkan, obat dokter sebaiknya diminum lebih dulu. Setelah 1-2 jam, baru minum obat herbal.

Ada pula dokter menganjurkan, konsumsi obat herbal di pagi hari dan obat kimia di malam hari. Ini dilakukan agar keduanya tidak saling bertemu.

Lanjut baca "Keunggulan Obat Herbal" klik disini

12/11/14

Keunggulan dan Manfaat Jamu | Obat Herbal Alami

Apa kabar sobat?
Semoga dalam keadaan baik dan sehat selalu. Amien.
Mari kita pahami apa itu Herbal dan Manfaatnya bagi tubuh manusia.

Definisi Herbal dan Obat Herbal

Herbal adalah tanaman atau tumbuhan yang mempunyai kegunaan atau nilai lebih dalam pengobatan. Dengan kata lain, semua jenis tanaman yang mengandung bahan atau zat aktif yang berguna untuk pengobatan bisa digolongkan sebagai herbal. Herbal kadang disebut juga sebagai tanaman obat, sehingga dalam perkembangannya dimasukkan sebagai salah satu bentuk pengobatan alternatif.

Obat herbal adalah obat yang bersifat organik atau alami, sama seperti tubuh kita. Obat herbal murni diambil dari saripati tumbuhan atau hewan yang mempunyai manfaat untuk pengobatan, tanpa ada campuran bahan kimia buatan (sintetis). Obat Herbal yang berasal dari tumbuhan (nabati) misalnya jahe, bawang putih, kurma, jintan hitam (Habbatussauda), dsb. Yang berasal dari hewan (hewani) diantaranya Teripang (Gamat), Madu, Propolis, minyak ikan hiu, dsb.

Jamu adalah sebutan untuk obat tradisional dari Indonesia. Belakangan populer dengan sebutan herba atau herbal.

Jamu dibuat dari bahan-bahan alami, berupa bagian dari tumbuhan seperti rimpang (akar-akaran), daun-daunan, kulit batang, dan buah. Ada juga menggunakan bahan dari tubuh hewan, seperti empedu kambing, empedu ular, atau tangkur buaya. Seringkali kuning telur ayam kampung juga dipergunakan untuk tambahan campuran pada jamu gendong.

Pada jaman sekarang ini, dengan berkembangnya teknologi kedokteran yang semakin pesat dan banyaknya riset penelitian berkaitan dengan obat-obatan, maka semakin membuka mata kita bahwa ternyata alam secara alaminya telah menyediakan obat yang manjur untuk segala penyakit. Obat-obatan itu tidaklah sulit dicari dan beda dengan obat dari bahan kima sintetis, yang lambat laun akan menimbulkan efek samping pada tubuh kita.
sumber:wikipedia
Obat Herbal Alami vs Obat Kimia Sintetis

Banyak masyarakat yang masih kurang paham akan perbedaan obat herbal dan obat kimia. Umumnya masyarakat hanya tahu obat kimia dapat menyembuhkan penyakit secara langsung, sedangkan obat herbal sebagai alternatif jika obat kimia tidak dapat menyembuhkan penyakit yang dideritanya.

Akibat kurangnya pengetahuan ini sebenarnya juga dialami oleh banyak para dokter yang masih berkeyakinan jika obat kimia lebih efektif ketimbang obat herbal. Akibatnya masyarakat hingga kini lebih tersugesti jika sakit sebaiknya minum obat kimia ketimbang obat herbal.

Obat kimia akan baik jika digunakan sesuai aturan dengan komposisi yang tepat. Demikian juga obat herbal, sebenarnya lebih efektif menyembuhkan berbagai macam penyakit namun membutuhkan proses dan waktu yang tidak spontan. Padahal obat herbal yang dikelola dengan bahan yang bermutu dan baik tanpa dicampur bahan kimia, tidak akan menimbulkan efek samping, walaupun seseorang harus menggunakannya selama seumur hidup.

Berikut ini perbedaan antara obat herbal dan obat kimia/medis/sintetis, termasuk kelebihan dan kekurangannya.

Keunggulan Obat Herbal :

a. Relatif aman (tidak ada efek samping) untuk dikonsumsi dalam jangka waktu lama, bahkan seumur hidup.
Hal ini terjadi karena obat herbal tersusun oleh bahan-bahan organik yang kompleks. Dengan kata lain obat herbal dapat dianggap sebagai makanan, yang berarti bahan yang dikonsumsi guna memperbaiki sel-sel, jaringan, atau organ-organ yang rusak. Kelebihan dosis obat herbal yang digunakan bisa jadi menyebabkan efek samping seperti halnya kelebihan makanan. Sebagai kuncinya, dosis yang dianjurkan untuk penggunaan herbal adalah dosis tradisional dan sedikit dikurangkan.

b. Efektif, bahkan untuk penyakit yang sulit diobati secara medis.
Obat herbal bersifat kuratif artinya benar-benar menyembuhkan karena pengobatannya pada sumber penyebab penyakit. Berdasarkan pengalaman turun-temurun yang tertulis maupun lisan, dan kemudian dipelajari dari berbagai aspek seperti botani, kimia dan farmakologi. Obat-obatan herbal sangat sesuai untuk gangguan kesehatan terutama penyakit kronik dan degeneratif seperti hipertensi, kencing manis, rematik, asma, penyebaran sel-sel kanker, tumor, dan lain-lain.

c. Harga murah dan dapat ditanam sendiri.
Terutama jika kita dapat menanam sendiri dengan membuat tanaman obat keluarga (TOGA) yang meliputi tanaman untuk pengobatan dan pemeliharaan kesehatan.

d. Aplikasinya lebih sederhana.
Jika diagnosa sudah jelas maka pengobatan dapat dilakukan di rumah dengan bantuan anggota keluarga yang lain. Bantuan dokter dibutuhkan untuk diagnosis yang benar berdasarkan data laboratorium. Rekomendasi terapi dapat diberikan oleh dokter yang juga herbalis, tetapi perawatannya bisa di rumah oleh anggota keluarga.

Kelemahan Obat Kimia atau Sintetis :

a. Efek samping.
Obat kimia reaksinya cepat, namun efek sampingnya bersifat destruktif artinya melemahkan organ tubuh lain. Efek samping dari obat kimia yang bisa berupa efek samping langsung maupun tidak langsung atau terakumulasi. Hal ini terjadi karena bahan kimia bersifat anorganik dan murni, sementara tubuh bersifat organik dan kompleks. Maka bahan kimia bukan bahan yang benar-benar cocok untuk tubuh.
Endapan obat kimia akan menjadi racun yang berbahaya. Efek samping yang bisa ditimbulkan jika dipakai terus-menerus dalam jangka waktu lama, seperti iritasi lambung dan hati, kerusakan ginjal, dll.

b. Sering kurang efektif untuk penyakit tertentu.
Beberapa penyakit memang belum ada obatnya, obat yang ada hanya bersifat simptomatik (mengurangi penderitaan sesaat) dan harus diminum seumur hidup. Beberapa penyakit belum diketahui penyebabnya. Banyak pasien secara rutin pergi ke dokter tanpa perbaikan yang signifikan bahkan semakin buruk keadaannya.

c. Harga yang mahal karena faktor impor.
Hampir semua obat kimia yang kita gunakan berasal dari luar. Hal ini terjadi karena untuk menghasilkan obat kita membutuhkan teknologi tinggi, biasa investasi yang tinggi dan waktu penelitian yang lama. Alasan lain di impor obat adalah perlunya kepercayaan atas produsen obat. Sampai saat ini kepercayaan terutama ada pada beberapa negara yang dikenal produsen obat. Bahan mahal yang diimpor terdiri dari obat jadi, bahan baku obat, bahan pengemas obat, teknologi, peralatan dan mesin-mesin, tenaga ahli dan tenaga terampil.

Pengobatan medis sesuai untuk menangani keadaan yang bersifat emergency (gawat darurat) atau akut (butuh pertolongan segera) seperti kecelakaan, pendarahan, serangan jantung yang tiba-tiba, asma akut, diare akut, dsb.

Oke sobat, demikianlah ulasan tentang perbedaan obat herbal dan obat kimia. Mudah-mudahan bermanfaat dan mudah dimengerti. Jangan lupa beri tahu teman dan kerabat. Selamat beraktivitas dan sehat selalu.
Lanjut membaca Tips Sehat Alami yang Mudah dan Menyenangkan.

sumber:gentongmas

Solusi sehat alami dan produktif

Solusi sehat alami dan produktif

Kata Pencarian..

Distributed ByMy Blogger Themes|Designed ByBloggerMotion

Top